Gangguan Kejiwaan : Gangguan Kecemasan Menyeluruh


KARYA ILMIAH
ILMU BUDAYA DASAR
“GANGGUAN KEJIWAAN : GANGGUAN KECEMASAN MENYELURUH (GENERALIZED ANXIETY DISORDER)







DISUSUN OLEH:
DIAH HARDIANI NINGRUM
11519754
1PA10

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan keluarga dan teman sehingga dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. Karya ilmiah yang berjudul “Gangguan Kejiwaan : Gangguan Kecemasan Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder)” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
            Penulis pun menyadari bahwa karya ilmiah ini jauh dari kata sempurna dan masih banyak kesalahan baik dalam penulisan atau pun kekurangan lainnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca makalah ini agar nanti nya makalah ini menjadi lebih baik. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan penulis mohon maaf sebesar-besarnya.

Depok, 20  November 2019


Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............................................................................................. i
Daftar Isi........................................................................................................ ii
BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah.............................................................................. 2
1.3  Tujuan................................................................................................ 2
BAB II Pembahasan
2.1  Definisi Generalized Anxiety Disorder.............................................. 3
2.2  Gejala Generalized Anxiety Disorder................................................. 4
2.3  Penyebab Generalized Anxiety Disorder........................................... 4
2.4  Dampak Generalized Anxiety Disorder............................................. 5
2.5  Pengobatan Generalized Anxiety Disorder........................................ 7
Daftar Pustaka............................................................................................... 10






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
     Setiap hari manusia dihadapkan pada berbagai situasi atau kejadian yang dapat memicu munculnya kecemasan. Misalnya ujian mendadak, presentasi tugas, terlambat masuk kelas, deadline pekerjaan, dan sebagainya. Sebenarnya kecemasan adalah reaksi yang wajar yang dapat dialami oleh siapapun, sebagai respon terhadap situasi yang dianggap mengancam atau membahayakan. Namun jika kecemasan tersbut berlebihan dan serta tidak sesuai dengan proporsi ancamannya, maka dapat mengarah ke gangguan yang akan menghambat fungsi seseorang dalam kehidupannya.
     Kaplan, Sadock dan dan Grebb (dalam Fausiah & Widury, 2007) menyatakan bahwa kecemasan adalah respon terhadap situasi tertentu yang mengancam, dan merupakan hal yang normal terjadi menyertai perkembangan, perubahan pengalaman baru atau yang belum pernah dilakukan, serta dalam menemukan identitas diri dan arti hidup. Pada kadar yang rendah, kecemasan membantu individu untuk bersiaga mengambil langkah-langkah mencegah bahaya dan atau untuk memperkecil dampak bahaya tersebut.
     Klasifikasi gangguan kecemasan: Gangguan anxietas menyeluruh (GAD), Gangguan panik (PD), Gangguan phobia, Gangguan obsesi kompulsif,  Gangguan stress pasca trauma. Pada karya ilmiah ini akan dibahasn tentang GAD.




1.       
1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa definisi dari generalized anxiety disorder?
2.      Bagaiman gejala atau karakteristik dari generalized anxiety disorder?
3.      Apa penyebab dari generalized anxiety disorder?
4.      Apa dampak dari generalized anxiety disorder?
5.      Bagaimana penanggulangan atau pengobatan dari generalized anxiety disorder?

1.3  TUJUAN
1.      Untuk mengetahui dan memahami definisi dari generalized anxiety disorder.
2.      Untuk mengetahui gejala atau karakteristik dari generalized anxiety disorder.
3.      Untuk mengetahui penyebab dari generalized anxiety disorder.
4.      Untuk mengetahui dampak dari generalized anxiety disorder.
5.      Untuk mengetahui cara penanggulangan generalized anxiety disorder.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  DEFINISI GENERALIZED ANXIETY DISORDER
     Salah satu tipe spesifik yang diakui oleh PPDGJ III dan DSM-V sebagai salah satu gangguan kecemasan adalah gangguan kecemasan menyeluruh ata generalized anxiety disorder. GAD (generalized anxiety disorder) yaitu suatu gangguan kecemasan yang ditandai dengan perasaan cemas yang umum dan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi dan keadaan peningkatan keterangsangan tubuh. GAD ditandai dengan kecemasan yang persisten yang tidak dipicu oleh suatu objek situasi atau aktivitas yang spesifik, tetapi lebih merupakan apa yang disebut Freud dengan “mengambang bebas” (free floating).
     GAD merupakan suatu gangguan yang stabil, muncul pada pertengahan remaja sampai pertengahan umur dua puluhan tahun dan kemudian berlangsung sepanjang hidup (Rapee dalam Nevid, dkk, 2005).
     Gangguan ini muncul dua kali lebih banyak pada perempuan dibandingkan pada laki-laki (APA dalam dalam Nevid,dkk, 2005). Orang dengan GAD adalah pencemas yang kronis, mungkin mereka mencemaskan secara berlebihan keadaan hidup mereka, seperti keuangan kesejahteraan anak-anak, dan hubungan sosial mereka. Anak-anak dengan gangguan ini mencemaskan prestasi akademik, atletik, dan aspek sosial lain dari kehidupan sekolah.
     Penderita Generalized Anxiety Disorder (GAD) memiliki kekhawatiran yang berlebihan dan tidak realistis tentang banyak hal. Contohnya, kita pasti khawatir jika bekerja di sungai tetapi penderita GAD cenderung selalu mengharapkan bencana dan tidak bisa berhenti mengkhawatirkan hampir semua hal dalam kehidupan sehari-hari, seperti kerja, kesehatan, uang atau keamanan. Meskipun mereka tahu mereka terlalu banyak, mereka tidak bisa mengendalikannya. Akhirnya, kecemasan mengganggu kehidupan dan aktivitas sehari-hari mereka.

2.2  GEJALA GENERALIZED ANXIETY DISORDER
     Biasanya, gejala fsik seperti kelelahan, sakit kepala, perut dan masalah usus lebih dulu. Mereka seperti alarm yang meledak di tubuh. Terkadang, satu gejala muncul setelah yang lain lega. Penderita biasanya sibuk menangani masalah fisik tanpa mengenali akar penyebab gangguan emosi. Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:          
a.       Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb).
b.      Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai).
c.       Over-aktivitas otonomi (kepala terasa ringan, berkeringat, jantuung berdebar-debar, sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering, dsb).

2.3  PENYEBAB GENERALIZED ANXIETY DISORDER
     Kecemasan sering kali berkembang selama jangka waktu dan sebagian
besar tergantunga pada seluruh pengalaman hidup seseorang. Peristiwa-peristiwa atau situasi khusus dapat mempercepat munculnya serangan kecemasan. Menurut Savitri Ramaiah (2003:11) ada beberapa faktor yang
menunujukkan reaksi kecemasan, diantaranya yaitu :
a)      Lingkungan
Lingkungan atau sekitar tempat tinggal mempengaruhi cara berfikir
individu tentang diri sendiri maupun orang lain. Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman yang tidak menyenangkan pada individu dengan keluarga, sahabat, ataupun dengan rekan kerja. Sehingga individu tersebut merasa tidak aman terhadap lingkungannya.

b)      Emosi yang ditekan
Kecemasan bisa terjadi jika individu tidak mampu menemukan jalan keluar untuk perasaannya sendiri dalam hubungan personal ini, terutama jika dirinya menekan rasa marah atau frustasi dalam jangka waktu yang sangat lama.
c)      Sebab-sebab fisik
Pikiran dan tubuh senantiasa saling berinteraksi dan dapat menyebabkan timbulnya kecemasan. Hal ini terlihat dalam kondisi seperti misalnya kehamilan, semasa remaja dan sewaktu pulih dari suatu penyakit. Selama ditimpa kondisi-kondisi ini, perubahan-perubahan perasaan lazim muncul, dan ini dapat menyebabkan timbulnya kecemasan.

2.4  DAMPAK GENERALIZED ANXIETY DISORDER
     Rasa takut dan cemas dapat menetap bahkan meningkat meskipun situasi yang betul-betul mengancam tidak ada, dan ketika emosi-emosi ini tumbuh berlebihan dibandingkan dengan bahaya yang sesungguhnya, emosi ini menjadi tidak adaptif. Kecemasan yang berlebihan dapat mempunyai dampak yang merugikan pada pikiran serta tubuh bahkan dapat menimbulkan penyakit-penyakitfisik (Cutler, 2004:304).
     Yustinus Semiun (2006:321) membagi beberapa dampak dari kecemasan kedalam beberapa simtom, antara lain :
a)      Simtom suasana hati
Individu yang mengalami kecemasan memiliki perasaan akan adanya hukuman dan bencana yang mengancam dari suatu sumber tertentu yang tidak diketahui. Orang yang mengalami kecemasan tidak bisa tidur, dan dengan demikian dapat menyebabkan sifat mudah marah.
b)      Simtom kognitif
Kecemasan dapat menyebabkan kekhawatiran dan keprihatinan pada individu mengenai hal-hal yang tidak menyenangkan yang mungkin terjadi. Individu tersebut tidak memperhatikan masalah-masalah real yang ada, sehingga individu sering tidak bekerja atau belajar secara efektif, dan akhirnya dia akan menjadi lebih merasa cemas.
c)      Simtom motor
Orang-orang yang mengalami kecemasan sering merasa tidak tenang, gugup, kegiatan motor menjadi tanpa arti dan tujuan, misalnya jari-jari kaki mengetuk-ngetuk, dan sangat kaget terhadap suara yang terjadi secara tiba-tiba. Simtom motor merupakan gambaran rangsangan kognitif yang tinggi pada individu dan merupakan usaha untuk melindungi dirinya dari apa saja yang dirasanya mengancam.
   Kecemasan akan dirasakan oleh semua orang, terutama jika ada tekanan perasaan ataupun tekanan jiwa Menurut Savitri Ramaiah (2005:9) kecemasan biasanya dapat menyebabkan dua akibat, yaitu :
a)      Kepanikan yang amat sangat dan karena itu gagal berfungsi secara normal atau menyesuaikan diri pada situasi.
b)      Gagal mengetahui terlebih dahulu bahayanya dan mengambil tindakan pencegahan yang mencukupi.

     Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah rasa takut atau khawatir pada situasi yang sangat mengancam karena adanya ketidakpastian dimasa mendatang serta ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Kecemasan tersebut ditandai dengan adanya beberapa gejala yang muncul seperti kegelisahan, ketakutan terhadap sesuatu yang terjadi dimasa depan, merasa tidak tenteram, sulit untuk berkonsentrasi, dan  merasa tidak mampu untuk mengatasi masalah.



2.5  PENGOBATAN GENERALIZED ANXIETY DISORDER
     Pengobatan dan psikoterapi adalah dua perawatan utama untuk Gangguan Kecemasan Generalized. Pasien GAD dapat menerima kedua pengobatan secara bersamaan atau hanya satu di antaranya. Karena respons terhadap obat bervariasi di antara individu, mungkin perlu beberapa waktu untuk mengetahui perawatan apa yang paling sesuai untuk pasien.
1.      Obat
a)      Pregabalin
Pregabalin adalah obat terbaru untuk GAD. Ini bekerja dengan mengatur berbagai neurotransmiter di otak, seperti asam glutamat, norepinephrine, dan GABA, untuk membantu meringankan gejala. Studi klinis telah menunjukkan bahwa ini adalah pengobatan yang efektif untuk GAD dengan onset tindakan yang cepat (kurang lebih satu minggu). Hal ini dapat menyebabkan pusing dan kelelahan jangka pendek, namun memiliki efek samping lebih sedikit dibandingan obat lama. Ini tidak menimbulkan kecanduan dan tidak memiliki efek samping SSRI, seperti mual, insomnia dan masalah seksual. Hal ini juga dapat mengobati rasa sakit dan gangguan tidur yang disebabkan oleh GAD.
b)      Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI)
SSRI bekerja dengan mengatur kadar serotonin di otak. Efek samping awal meliputi mual, insomnia dan kelelahan. Namun, efek sampingnya sering hilang setelah pemakaian. Ini membantu meringankan gejala fisik dan emosional GAD. Meskipun bekerja lebih baik daripada obat penenang dan pil tidur, ini tidak menimbulkan kecanduan dan memiliki efek samping jangka panjang yang lebih sedikit. SSRI yang umum adalah Paraxetine, Fluoxetine, dan Sertraline.
c)      Serotonin Norepiniphrine Reuptake Inhibot (SNRI)
SNRI bekerja dengan cara yang sama seperti SSRI, namun bekerja pada serotonin dan norepinephrine. Selain itu, umumnya lebih cepat bertindak daripada SSRI. Efek samping awal meliputi pusing, sakit kepala, mual dan insomnia. Namun, efek sampingnya akan berkurang atau hilang seiring berjalannya waktu.
d)     Benzodiazepin
Benzodiazepin dulu merupak obat yang paling umum untuk GAD. Ini adalah obat penenang cepat tapi tidak menyembuhkan akan penyebabnya. Selain itu, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan banyak efek samping yang serius, seperti kecanduan, kehilangan ingatan dan kerusakan kognitif, dll. Jadi biasanya hanya ditentukan untuk bantuan jangka pendek. Misalnya, sering digunakan SSRI selama periode awal terapi SSRI. Benzodiazepin umum adalah Alprazolam, Lorazepam, dan Diazepam.
e)      Antidepresan Trisklik (TCA)
TCA adalah obat anti-depresi kelas tua dan kurang digunakan saat ini. Ini bertindak sebagai obat penenang dan bantuan tidur. Namun, ia memiliki efek samping, seperti mengantuk, kelelahan, kesulitan memori, penambahan berat badan, dan ritme jantung tidak teratur, dll. TCA umum adalah Imipramine dan Amitriptyline.

2.      Psikoterapi
Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah salah satu jenis psikoterapi yang paling umum untuk GAD. Ini menggunakan berbagai metode untuk membantu pasien :
o   Merestrukturisasi pola pikir yang tidak sesuai
o   Memperbaiki pola perilaku yang tidak sesuai
o   Meningkatkan keterampilan memecahkan masalah
o   Pelajari teknik relaksasi



DAFTAR PUSTAKA

Smart Patient. (2016). Gangguan Kecemasan Umum. Diakses 20 November 2019, https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Generalized-Anxiety-Disorder_Bahasa-Indonesia.pdf?ext=.pdf

Hardiani, C. A.. (2012). Eprints. Diakses dari Universitas Negeri Yogyakarta, Bab II Kajian Teori, Situs Web eprints, https://eprints.uny.ac.id/9709/2/BAB%202%20-07104244004.pdf

Saleh, U. (2016). Med Unhas Kedokteran. Diakses dari Universitas Hasanuddin, Anxiety Disorder (Memahami Gangguan Kecemasan: Jenis-Jenis, Gejala, Perspektif Teoritis Dan Penanganan), Situs Web Med Unhas, https://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2016/10/GANGGUAN-KECEMASAN.pdf


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioteknologi : Pembiakan Seksual dan Aseksual

MITOS : Larangan Makan di Depan Pintu

Efek Rumah Kaca Terhadap Bumi