Bioteknologi : Pembiakan Seksual dan Aseksual
sumber foto : pinterest.com
Istilah
bioteknologi untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Karl Ereky, seorang
insinyur Hongaria pada tahun 191 untuk mendeskripsikn produksi babi dalam skala
besar dengan menggunakan bit gula sebagai sumber pakannya (Suwanto, 1998). Beragam
batasan dan pengertian dikemukakan oleh berbagai lembaga untuk menjelaskan
tentang Bioteknologi. Beberapa diantaranya akan diulas singkat sebagai berikut:
1. Menurut
Bull et al. (1982), bioteknologi merupakan penerapan asas-asas sains (ilmu
pengetahuan alam) dan rekayasa (teknologi) untuk pengolahan suatu bahan dengan
melibatkan aktivitas jasad hidup untuk menghasilkan barang dan/atau jasa.
2. Bioteknologi
merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kerekayasaan untuk
penanganan dan pengolahan bahan dengan bantuan agen biologis untuk menghasilkan
bahan dan jasa (OECD,1982).
3. Bioteknologi
adalah teknik pendayagunaan organisme hidup atau bagian
organisme
untuk membuat atau memodifikasi suatu produk dan meningkatkan/memperbaiki sifat
tanaman atau hewan atau mengembangkan mikroorganisme untuk penggunaan khusus
(OTA-US, 1982).
4. Menurut
Primrose (1987), secara lebih sederhana bioteknologi merupakan
eksploitasi
komersial organisme hidup atau komponennya seperti; enzim.
5. Bioteknologi
berasal dari dua kata, yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi'
yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan dua kata
tersebut European Federation of Biotechnology mendefinisikan bioteknologi
sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan
meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup,
dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.
6. Atau
secara tegas dinyatakan, Bioteknologi merupakan penggunaan terpadu biokimia,
mikrobiologi, dan ilmu-ilmu keteknikan dengan bantuan mikroba, bagian-bagian
mikroba atau sel dan jaringan organisme yang lebih tinggi dalam penerapannya
secara teknologis dan industri (EFB., 1983).
Perkembangan
bioteknologi semakin maju yang membuat bioteknologi dibagi dua macam, yaitu:
1. Bioteknologi
Konvensional : Ciri-ciri bioteknologi konvensional yaitu kurang steril, jumlah
sedikit (terbatas), kualitas belum terjamin. Seperti industri tempe, tape,
anggur, yoghurt, dsb
2. Bioteknologi
Modern : Ciri-ciri bioteknologi modern yaitu steril, produksi dalam jumlah
banyak (massal), kualitas standar dan terjamin. Selain itu, bioteknologi modern
tidak terlepas dengan aplikasi metode-metode mutakhir bioteknologi (current methods of biotecnology)
Dalam
perkembangannya bioteknologi dapat dijadikan cara perkembangbiakan aseksual,
karena perkembangbiakan aseksual ini membantu makhluk hidup yang tidak bisa
melakukan perkembangbiakan secara seksual. Perkembangbiakan seksual adalah
bentuk reproduksi dimana dua sel haploid berbeda yang disebut gamet bergabung
untuk menghasilkan zygot diploid yang selanjutnya berkembang menjadi keturunan.
Penggabungan gamet jantan dan betina selama reproduksi seksual dikenal sebagai
syngamy. Syngamy berbeda di antara organisme sesuai dengan sifat gamet dan cara
fusi mereka. Ada tiga jenis syngamy bernama anisogami, isogami dan oogami.
1. Anisogami :
Jika syngamy terjadi di antara dua gamet jantan dan betina yang berbeda, ini
dikenal sebagai anisogami atau heterogami. Pada anisogami, gamet jantan dan
betina dapat dibedakan sebagai sperma dan telur. Kedua gamet tersebut bersifat
motil pada beberapa spesies sementara hanya gamet jantan yang motil pada
beberapa organisme. Gamet betina berukuran lebih besar dari pada gamet jantan.
2. Isogami :
Penggabungan gamet yang mirip secara morfologis tapi secara fisiologis berbeda
dua disebut isogami. Tidak ada perbedaan antara gamet betina dan gamet
laki-laki pada isogami. Mereka disebut sebagai tipe kawin positif (+) dan
negatif (-). Kedua gamet tersebut benar-benar identik secara ukuran, bentuk,
dan penampilan. Mereka bisa berupa sel bulat atau berbentuk pir.
3. Oogami
: Oogami adalah salah satu jenis proses seksual anisogami. Hal ini dapat
didefinisikan sebagai peleburan sel telur besar yang immotil dengan sel sperma
kecil dan motil untuk menghasilkan zigot. Gamet jantan dan betina sebagian
besar berbeda dalam ukuran, bentuk, penampilan dan motilitas. Gamet jantan
memiliki flagel; Oleh karena itu, sangat gesit.
Dengan adanya
bioteknologi banyak penemuan yang membantu terjadinya perkembangbiakan makhluk
hidup secara aseksual, yaitu :
1. Kultur
Jaringan
Kultur
jaringan merupakan suatu metode untuk memperbanyak jaringan/sel yang berasal
atau yang didapat dari jaringan orisinal tumbuhan atau hewan setelah terlebih
dahulu mengalami permisahan (disagregasi)
secara mekanis, atau kimiawi (enzimatis) secara in vitro (dalam tabung kaca). Penerapan kultur jaringan dalam
bidang industri (bioteknologi) antara lain:
a. Produksi
tanaman bebas virus
b. Produksi
zat-zat alkaloid untuk industri farmasi seperti alkaloid, glikosida jantung,
anti tumor kodeina
2. Kloning
Kloning
adalah suatu metode untuk menghasilkan keturunan yang dikehemdaki sama persis
dengan induknya. Kloning dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Cara
pertama, kloning dilakukan dengan mengambil inti sel (nucleus of cells)
pendonor yang kemudian ditanamkan ke dalam ovum lain yang nukleusnya telah
dikosongkan.
b. Cara
kedua, kloning dilakukan dengan menggunakan inti sel (nucleus) itu sendiri,
dari sel telur milik sendiri bukan dari pendonor.
c. Cara
ketiga, cloning dilakukan dengan menanamkan inti sel (nucleus) jantan ke dalam
ovum wanita yang telah dikosongkan nukleusnya.
d. Cara
keempat, kloning dilakukan dengan cara pembuahan (fertilization) ovum oleh
sperma yang dengan proses tertentu.
3. Rekombinasi
Gen
Rekombinasi
genetika merupakan proses pemutusan seunting bahan genetika (biasanya DNA,
namun juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA
lainnya. Pada eukariota rekombinasi biasanya terjadi selama meiosis sebagai
pindah silang kromosom antara kromosom yang berpasangan. Proses ini menyebabkan
keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi gen yang berbeda dari orang
tuanya, dan dapat menghasilkan alel kimerik yang baru.
Keuntungan
penggunaan rekombinasi gen yaitu : keturunan suatu makhluk hidup memiliki kombinasi
gen yang berbeda dari orang tuanya dan mengijinkan organisme yang bereproduksi
secara seksual menghindari Rachet Muller.
Selain memiliki keuntungan, penggunaan rekombinasi gen juga memiliki kerugian
yaitu : petani akan menderita kerugian karena penanam modal besar memperoleh
tanaman transgenik kualitas unggul, pencemaran biologis akibat pelepasan organisme
transgenik ke alam bebas, dan alergi yang disebabkan oleh makanan dari produk
rekayasa genetika.
4. Inseminasi
Buatan
Inseminasi
buatan adalah pemasukan secara sengaja sel sperma ke dalam rahim atau serviks
seorang wanita dengan tujuan memperoleh kehamilan melalui inseminasi
(fertilisasi in vivo) dengan cara
selain hubungan seksual. Metode ini merupakan salah satu cara penanganan
fertilitas pada manusi. Selain itu, termasuk suatu praktik umum dalam pemuliaan
hewan seperti sapi perah dan babi.
Sumber:
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Diaktat%20Bioteknologi.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Inseminasi_buatan
https://id.wikipedia.org/wiki/Kultur_jaringan
https://id.wikipedia.org/wiki/Kloning
https://rrraarpwoofwoof.wordpress.com/2014/04/11/bioteknologi-dengan-seksual-dan-aseksual-kloning/

Komentar
Posting Komentar