Efek Rumah Kaca Terhadap Bumi
Efek rumah kaca (Green House Effect), diartikan
sebagai naiknya suhu bumi. Naiknya suhu bumi disebabkan oleh terperangkapnya
sinar matahari gelombang panjang (infra merah) oleh gas-gas rumah kaca. Gas
rumah kaca yang berada di lapisan troposfer, yang merupakan lapisan atmosfer
yang berada di permukaan bumi sampai radius 10 km ke angkasa.
Istilah
efek rumah kaca sendiri sebenarnya datang dari peralatan pertanian yaitu sebuah
ruangan yang beratap kaca atau plastik yang di dalam nya terdapat berbagai
tanaman. Tujuan dari ruangan ini untuk menjaga temperatur dalam ruangan
tersebut agar tanaman di dalam ruangan tersebut tidak mati saat musim dingin.
Karena kaca akan menghalangi suhu yang masuk dan memantulkan kembali keluar.
Ini menyebabkan seringnya terjadi kesalah pahaman bahwa efek rumah kaca
disebabkan oleh banyaknya rumah berdinding kaca.
Gas
rumah kaca yang dapat menyebabkan efek rumah kaca adalah CO2, CH4, CFC, O3, dan
N2O. Pengaruh masing-masing gas rumah kaca terhadap terjadinya efek rumah kaca
bergantung pada besarnya kadar gas rumah kaca di atmosfer, waktu tinggal di
atmosfer dan kemampuan penyerapan energi. Peningkatan kadar gas rumah kaca akan
meningkatkan efek ruamah kaca yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan
global.
Pemanasan
global yaitu meningkatnya temperatur rata-rata, atmosfer, laut dan daratan Bumi
yang disebabkan oleh aktifitas manusia terutama aktifitas pembakaran bahan
bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas alam), yang melepas karbondioksida
(CO2) dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer.
Dampak pemanasan global akan mempengaruhi:
1.
Cuaca
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan
global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara akan memanas lebih dari
daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan
daratan akan tenggelam. Akan lebih sedikit es yang terapung di daerah Utara
tersebut.
Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang
ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam
akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam
hari akan cenderung untuk meningkat.
2.
Pertanian
Bagian Seletan Kanada akan mendapat keuntungan dari
lebih tingginya curah hujan dan lebih lamnya masa tanam. Sedangkan pada lahan
pertanian negara tropis semi kering seperti di beberapa bagian Afrika mungkin
tidak dapat tumbuh. Jadi karena itulah pemanasan global ini sangat merugikan
bidang pertnian.
3.
Hewan dan
tumbuhan
Hewan dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang sangat
sulit untuk menghindar dari efek pemanasan global ini karena sebagan besar
lahan telah dikuasai manusia.
4.
Kesehatan
manusia
Para ilmuwan memprediksi bahwa lebih banyak orang
yang terkena penyakit atau meninggal karena stress
panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti
penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan
semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu
dingin bagi mereka.
Dengan banyak nya dampak yang
terjadi karena pemanasan global, ada pun dua pendektan utama untuk memperlambat
semakin bertambahna gas rumah kaca yang secara langsung menanggulangi pemanasan
global yaitu, sebagai berikut :
1.
Mencegah karbon
dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen
karbon-nya di temapat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon) yaitu bisa dilakukan
dengan reboisasi yang dapat mengantisipasi pemanasan global selain itu dapat
juga dihilangkan secara langsung dengan menyuntikkan gas tersebut ke
sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan.
2.
Mengurangi
produksi gas rumah kaca. Selain karbon dioksida, ada dua gas lain yang
dikhawatirkan memepercepat pemanasan global menjadi lebih buruk lagi. Keduanya
adalah metana dan nitrogen triflorida yang berasal dari tanaman purba dan
teknologi layar flat-planel.
SUMBER :
https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/but/article/view/1096


Komentar
Posting Komentar