Karya Ilmiah : Klasifikasi Ilmu
KARYA
ILMIAH
ILMU
BUDAYA DASAR
“KLASIFIKASI ILMU”
DISUSUN OLEH:
DIAH HARDIANI NINGRUM
11519754
1PA10
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas kelimpahan rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas
dukungan keluarga dan teman sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah
yang berjudul “Klasifikasi Ilmu” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar.
Penulis pun menyadari bahwa makalah
ini jauh dari kata sempurna dan masih banyak kesalahan baik dalam penulisan
atau pun kekurangan lainnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran
dari pembaca makalah ini agar nanti nya makalah ini menjadi lebih baik.
Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan penulis mohon maaf sebesar-besarnya.
Depok,
07 Oktober 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar................................................................................................... i
Daftar
Isi............................................................................................................ ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................. 1
C. Tujuan..................................................................................................... 1
Bab II Pembahasan
A. Definisi Klasifikasi Ilmu........................................................................ 2
B. Sejarah Ilmu........................................................................................... 2
C. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan................................................................. 6
D. Karakteristik Ilmu Pengetahuan............................................................. 10
Daftar
Pustaka.................................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Ilmu, sains, atau ilmu pengetahuan adalah usaha-usaha sadar
untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai
segi kenyataan dalam alam manusia.
Secara etimologi kata ilmu dala dalam bahasa Arab “Ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu
pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat
berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya. Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus
tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi dari klasifikasi ilmu ?
2. Bagaimana sejarah ilmu ?
3. Apa saja klasifikasi ilmu dan karakteristik ilmu ?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui definisi dari klasifikasi ilmu
2. Untuk mengetahui sejarah ilmu
3. Untuk mengetahui klasifikasi dan karakteristik ilmu
BAB II
PEMBAHASAN
A.
DEFINISI
KLASIFIKASI ILMU
Suatu cara
pengelompokan ilmu menurut bidang disiplin ilmu masing-masing. Dalam bahasa Indonesia
kata ilmu dan pengetahuan kerap kali digabung menjadi “Ilmu Pengetahuan” yang
pada umum nya dianggan sinonim dengan science
atau scientific knowledge. Ilmu
memang pengetahuan, tetapi tidak semua pengetahuan adalah ilmu.
Dalam KBBI (Kamus Besar
Bahasa Indonesia) Ilmu berartikan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun
secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk
menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
B.
SEJARAH ILMU
1.
Periode Yunani
Kuno
Yunani kuno adalah tempat bersejarah di mana semua
bangsa memiliki peradaban. Oleh karenanya Yunani kuno sangat identik dengan
filsafat yang merupakan induk dari ilmu pengetahuan. Seperti yang telah diketahui
bahwa manusia pada zaman dahulu masih sangat primitif, dikarenakan manusia pada
zaman dahulu masih menggunakan batu, tulang, dan lain sebagainya sebagai alat
sehari-hari mereka. Diketahui pula zaman ini berkisar antara 4 juta tahun
sampai 20.000 tahun.
Pada abad ke-6 SM lahirlah filsafat, zaman ini berlangsung
sampai sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu
secara kritis) dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima
begitu saja). Kemudian lahirnya
filsafat ini menjadi suatu yang ajaib atau aneh. Dikarenakan adanya
faktor-faktor yang mempengaruhi akan adanya lahir filsafat di Yunani. Sehingga
pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Pada zaman ini banyak bermunculan
ilmuwan yang terkemuka. Di antaranya adalah:
a.
Thales (624-545
SM)
b.
Phytagoras
(580-500 SM)
c.
Socrates
(469-399 SM)
d.
Plato (427-347
SM)
e.
Aristoteles
(384-322 SM)
2.
Periode Islam
Tidak terbantahkan bahwa Islam sesungguhnya adalah
ajaran yang sangat cinta terhadap ilmu pengetahuan, hal ini sudah terlihat dari
pesan yang terkandung dalam al-Qur’an yang diwahyukan pertama kali kepada Nabi
Muhammad SAW, yaitu surat al-‘Alaq dengan diawali kata perintah iqra yang berarti (bacalah). Sebagaimana
dikatakan oleh Josep Schumpeter dalam buku magnum opusnya yang menyatakan
adanya great gap dalam sejarah
pemikiran ekonomi selama 500 tahun, yaitu masa yang dikenal sebagai dark ages. Masa kegelapan Barat itu
sebenarnya merupakan masa kegemilangan umat Islam, suatu hal yang berusaha
disembunyikan oleh Barat karena pemikiran ekonom Muslim pada masa inilah yang
keudian banyak dicuri oleh para ekonomi Barat.
Pada saat itulah di Timur terutama di wilayah
kekuasaan Islam terjadi perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat. Di saat Eropa
pada zaman Pertengahan lebih berkutat pada isu-isu keagamaan, maka peradaban
dunia Islam melakukan penterjemahan besar-besaran terhadap karya-karya filosof
Yunani, dan berbagai temuan di lapangan ilmiah lainnya.
Sekitar abad ke 6-7 Masehi obor kemajuan ilmu
pengetahuan berada di pangkuan peradaban Islam. Dalam lapangan kedokteran
muncul nama-nama terkenal seperti : Al-Hāwī karya
al-Rāzī (850-923) merupakan sebuah ensiklopedia mengenaik seluruh perkembangan
ilmu kedokteran sampai masanya. Selain disiplin-disiplin ilmu, sebagain umat
Islam juga menekuni logika dan filsafat. Sebut saja al-Kindī, al-Fārābī (950
M), Ibn Sīnā atau Avicenna (1037 M), al-Ghazālī (1111 M), Ibn Bājah atau
Avempace (1138 M), Ibn Tufayl atau Abubacer (1185 M), dan Ibn Rushd atau
Averroes (1198 M).
Menurut
Betrand Russell, Ibn Rushd lebih terkenal dalam
filsafat Kristen daripada
filsafat Islam. Dalam filsafat Islam dia sudah berakhir, dalam filsafat Kristen
dia baru lahir. Pengaruhnya di Eropa sangat besar, bukan hanya terhadap para
skolastik, tetapi juga pada sebagian besar pemikir-pemikir bebas
non-profesional, yang menentang keabadian dan disebut Averroists.
3. Masa
Renaissance
Masa
ini berlangsung dari abad 14 M sampai dengan abad 17 M. Renaissance sering
diartikan sebagai kebangkitan karena renaissance merupakan era sejarah yang
penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan
zaman. Michelet, sejarahwan terkenal, adalah orang pertama yang menggunakan
istilah renaisans.
Para
sejarahwan biasanya menggunakan istilah ini untuk menunjuk berbagai periode kebangkitan
intelektual, khususnya di Eropa, dan lebih khusus lagi di Italia sepanjang abad
ke-15 dan ke-16. Agak sulit menentukan garis batas yang jelas antara abad
pertengahan, zaman renaisans, dan zaman modern. Sementara orang menganggap
bahwa zaman modern hanyalah perluasan dari zaman renaissance.
Pada
zaman renaissance ini manusia barat mulai berfikir secara baru, dan secara
berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekusaan gereja yang yang selama
ini telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu.
4. Masa
Modern
Masa
modern bermula pada abad 17 M sampai pada abad 19 M. Filsafat zaman ini
bercorak antoposentris, yang menjadikan manusia sebagai pusat perhatian
penyelidikan filsafat. Selain itu, yang menjadi topic utama ialah persoalan
epistemologi. Pada zaman ini mulailah bermunculan para ilmuan, ilmuan dalam
bidang ilmu pasti contohnya: issac newton ilmuan fisika, matematika, memiliki
sebutan sebagai “bapak ilmu fisika klasik”, Charles Robert Darwin (1809-1882 M)
“pemilik teori asal mula manusia adalah kera”
5. Periode
Kontemporer
Zaman
ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini
ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang
semakin tajam dan mendalam. Diantar ilmu khusus yang dibicarakan oleh para filsuf,
bidang fisika menempati kedudukan yang paling tinggi. Munculnya fisikawan
termasyhur abad ke-20 adalah Albert Einstein. Ia menyatakan bahwa alam itu
tidak terhingga besarnya dan tidak terbatas, tetapi juga tidak berubah status
totalitasnya atau bersifat statis dari waktu ke waktu.
Dia
dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun1921 untuk penjelasannya
tentang efek fotolistrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoritis” Karyanya yang
lain berupa gerak Brownian, efek fotolistrik, dan rumus Einstein yang paling
dikenal adalah E=mc².
C.
KLASIFIKASI ILMU
PENGETAHUAN
Klasifikasi
ilmu pengetahuan menurut beberapa ahli:
· Ilmu Alam (Natural Wissenschaft), Ilmu Alam /
Eksakta
· Ilmu Moral: Ilmu Sosial, Ilmu Humaniora
Dalam khazanah
pengetahuan kontemporer, istilah ilmu dalam klasifikasi An-Nabhani di atas
identik dengan ilmu-ilmu alam (natural
sciences), yang sering disingkat ‘sains’, sedangkan tsaqâfah kurang lebih identik dengan ilmu-ilmu sosial (social sciences).
Berkaitan dengan
klasifikasi ilmu, penulis lulusan Universitas Chicago ini berpijak pada
klasifikasi ilmu teoretis ala al-Farabi yang mengelompokkan ilmu ke dalam tiga
ilmu utama: metafisika, matematika, dan ilmu-ilmu alam. Hemat penulis, ketiga
kelompok utama ilmu ini akan membentuk klasifikasi ilmu rasional yang integral,
tanpa menganaktirikan salah satunya.
Adapun klasifikasi
ilmu-ilmu praktis, filsuf Muslim juga membaginya ke dalam tiga jenis, yaitu:
etika, ekonomi, dan politik. Dalam hal metodologis, atensi ilmuan Barat
terfokus pada metode observasi yang notabene menekankan potensi indra yang
berorientasi fisik. Penekanan seperti ini bisa berdampak fatal karena observasi
indra bisa saja meleset dan tak kuasa terhadap objek-objek metafisik. Untuk
itu, potensi akal dan hati atau intuisi juga harus dilibatkan dalam pengkajian
ilmiah. Jauh hari sebelumnya, tradisi filsafat Islam mengakomodasi seluruh
potensi tersebut sebagaimana terlihat pada konsep Suhrawardi yang membagi
pendekatan kepada dua macam, yaitu: diskursif
(bahtsi) dan eksperiensial (dzauqi).
Sementara itu menurut
ahli dari Malaysia mengklasifikasikan ilmu pengetahuan sebagai berikut: Ilmu
yang sifatnya “periksa” dapat dibagi menjadi dua cabang besar yaitu:
a.
Ilmu-ilmu alam
bernyawa seperti biologi, kedokteran, dsb.
b.
Ilmu-ilmu alam
tak bernyawa seperti kimia, fisika, astronomi, dsb. Ungkapan-ungkapan “perasaan
(rasa)” orang saat berinteraksi antar sesamanya, membuahkan
c.
Ilmu untuk
berinteraksi itu sendiri atau ilmu bahasa
d.
Ilmu-ilmu sosial
seperti filsafat, sejarah, politik, psikologi, ekonomi, administrasi, hukum,
antropologi-sosial, demografi dsb
The New Encyclopaedia Britannica membagi-kelompokkan
sains yang dimiliki oleh manusia berdasarkan beberapa pohon ilmu sebagai
berikut:
1)
Logika (logic)
o Sejarah dan filsafat logika (History and philosophy of logic) yang terdiri dari: sejarah logika
(History of Logic), filsafat logika,
(Philosophy of Logic).
o Logika formal, metalogika, logika terapan (Formal logic, metalogic, and applied logic)
yang terdiri dari: logika formal (Formal
logic), metalogika (Metalogic),
logika terapan (Applied logic),
2)
Matematika
(Mathematics)
o Sejarah dan landasan matematika (History and foundations of mathematics) yang terdiri dari: sejarah
matematika (History of mathematics),
landasan matematika (Foundations of
mathematics).
o Cabang-cabang matematik (Branches of mathematics) meliputi: Teori Himpunan (Set Theory), Aljabar (Algebra), Geometri (Geometry), Analisis (Analysis), Kombinatorika dan teori bilangan (Combinatories and number theory),
Topologi (Topology),
o Penerapan-penerapan matematika (Application of mathematics), meliputi: Matematika sebagai suatu
ilmu berhitung (Mathematics as a
calculatory science), Statistika (Statistic),
Analisis numeris (Numerical
analysis), Teori automata (Automata
theory), Teori matematis optimisasi (Mathematical
theory of optimization), Teori informasi (Information theory), Matematika tentang teori fisika (Mathematical aspects of physical theories).
3)
Ilmu Alam (Natural Science)
o Sejarah dan filsafat ilmu (History and philosophy of science) yang terdiri dari: Sejarah Ilmu
(History of Science), Filsafat ilmu (Phylosphy
of science),
o Ilmu-ilmu Fisika (Physical sciences) yang dapat dibagi ke dalam: Sejarah ilmu fisika
(History of the Physical science),
Sifat dasar dan lingkup astronomi dan astrofisika (The nature of enscope of astronomy and astrophysics), Sifat dasar
dan lingkup fisika (the Nature of enscope
of Physics),Sifat dasar dan lingkup kimia (The nature of enscope of Chemistry),
o Ilmu Bumi (the
Earth science) yang membahas tentang: Sifat dasar dan sejarah ilmu bumi (The nature and history of the Earth
science), Sifat dasar, lingkup dan metode-metode ilmu Bumi khusus (The nature, scope and methods of particular
Earth science)
o Ilmu-ilmu Biologi (The Biological sciences) yang terdiri dari: Perkembangan ilmu-ilmu
biologi (Development of the Biological
Sciences), Sifat dasar, lingkup dan metodologi Ilmu Biologis (The nature, scope and methodology of the
Biological Sciences), Filsafat Biology (Philosophy
of Biology).
o Ilmu Kedokteran dan disiplin ilmu yang tergabung (Medicine and affiliated disciplines)
yang membahas tentang: Sejarah Ilmu Kedokteran (History of medicine), Bidang-bidang praktek atau penelitian medis
khusus (Field of Specialized medical
practised or research), Displin ilmu yang tergabung dalam ilmu kedokteran (Disciplines of affiliated with medicine).
o Ilmu Sosial dan psikologi (The social sciences and psychology) yang mencakup: Perkembangan
ilmu sosial (Development of the Social
sciences), Sifat dasar antropologi (The
nature of anthropology), Sifat dasar sosiologi (The nature of sociology), Sifat dasar ilmu ekonomi (The nature of economics), Ilmu Politik (Political sciences), Sejarah dan metode
psikologi (History and methods of
Psychology),
o Ilmu Teknologi (The
technological sciences) yang mencakup: Sejarah ilmu teknologi (History of technological sciences), Segi-segi
akademika dan profesional dari keinsinyuran (Academics
and professional aspects of engineering), Sifat dasar dan cakupan ilmu
pertanian (The nature and scope of agricultural
sceinces), Sifat dasar dan cakupan displin antar ilmu yang baru
dikembangkan (The nature and scope of
presently developed intersciences disciplines)
4)
Sejarah dan
humaniora (History and humanities). Sejarah
dan Humaniora dapat dibagi lagi ke dalam:
o Historiografi dan studi sejarah (historyography and the study of history), meliputi: Historiografi (historyography), Penyelidikan dan
penelitian sejarah modern (modern
hitorical investigation and research), Filsafat sejarah (Philosophy of History),
o Humaniora dan kesarjanaan humanistik (the Humanities and humanistics
scholarship), meliputi: Sejarah kesarjanaan humanistik (History of humanistic scholarship), Humaniora (The humanities).
5)
. Filsafat (philosophy).
Filsafat terdiri dari
o Sifat dasar dan pembagian filsafat (The nature and the divisions of
philosophy), meliputi: Sifat dasar, lingkup dan metode filsafat (The nature, scope and methods of
philosophy), Pembagian filsafat (The
divisions of philosophy),
o Sejarah filsafat (History
of philosophy), meliputi: Penulisan sejarah filsafat (The writings of history of philosophy), Sejarah filsafat Barat (History of Western Philosophy), Filsafat
bukan Barat (Non Westerns Philosophy),
Filsafat yang berhubungan dengan agama (Philosophies
associated with religions),
o Aliran dan ajaran filsafat (Philosiphycals Schools and doctrines), meliputi: Aliran-aliran
filsafat utama di Barat (Major
Philosiphycal Schools in the West), Teori ada dan eksistensi (Theories of Beeing and Existence), Teori
pikiran, pengetahuan dan daya budi (Theories
of Thought and Knowledge and Faculties of Minds), Teori perilaku (Theories of conduct)
D.
KARAKTERISTIK
ILMU PENGETAHUAN
Ø Obyek dari ilmu ini adalah hasil keyakinan manusia
atau dapat dikatakan suatu keadaan spiritual manusia.
Ø Sifat dari ilmu ini adalah subyektif.
Ø Hasilnya adalah manusia akan lebih memperoleh
ketenangan dalam menjalani hidupnya atau dapat dikatakan manusia akan mempunyai
keyakinan.
Ø Metodologinya yaitu dengan menganalisis hasil
proyeksi kegiatan spiritual yang ditampakkan dalam aplikasi kegiatan
sehari-hari.
Ø Obyeknya adalah hasil tindakan manusia.
Ø Sifatnya subyektif.
Ø Hasilnya adalah manusia akan lebih menghargai hasil
karya manusia lainnya. Salah satu maksud humaniora yaitu meluruskan jalan untuk
pendidikan yang lebih lengkap dan harmonis.
Ø Metodologinya adalah menganalisis hasil karya
manusia yang tampak dalam dunia empiris.
Ø Obyeknya adalah hasil tindakan manusia.
Ø Sifatnya subyektif.
Ø Hasilnya manusia akan lebih toleran dengan manusia
yang lainnya.
a.
Ontologi :
Mengutamakan investigasi pada setiap fenomena bahwa apakah realita dapat
berdiri sendiri atau berada dalam pemikiran kita saja.
b.
Epistemologi :
Dasar pengetahuan tentang bagaimana mengerti dunia dan bagaimana mempelajari
realita tersebut.
c.
Human Nature :
Mempelajari hubungan antara manusia dan sesama manusia bahwa apakah tingkah
laku manusia dapat dipastikan atau tidak.
d.
Metodologi :
Gabungan dari ontological, epistomology, dan human nature yang berisi strategi untuk
melakukan penelitian tersebut.
DAFTAR ISI

Komentar
Posting Komentar