Dampak Kebudayaan Asing
KARYA
ILMIAH
ILMU
BUDAYA DASAR
“DAMPAK KEBUDAYAAN ASING”
DISUSUN OLEH:
DIAH HARDIANI NINGRUM
11519754
1PA10
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
kelimpahan rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik dan tepat waktu.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas
dukungan keluarga dan teman sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah
yang berjudul “Dampak Kebudayaan Asing” ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Penulis
pun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna dan masih banyak
kesalahan baik dalam penulisan atau pun kekurangan lainnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca makalah ini agar nanti nya makalah
ini menjadi lebih baik. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan penulis
mohon maaf sebesar-besarnya.
Depok,
11 Oktober 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar................................................................................................... i
Daftar
Isi............................................................................................................ ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................. 1
C. Tujuan..................................................................................................... 1
Bab II Pembahasan
A. Definisi Kebudayaan.............................................................................. 2
B. Klasifikasi Kebudayaan......................................................................... 3
C. Karakteristik Kebudayaan...................................................................... 4
D. Dampak Kebudayaan Asing.................................................................. 7
E. Penanggulangan Kebudayaan Asing...................................................... 8
Daftar
Pustaka.................................................................................................... 9
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Budaya atau kebudayaan
berasal dari bahasa Sanskreta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia
atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal
manusia.
Budaya adalah suatu
cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang,
dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni.
Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang
terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa definisi
dari kebudayaan ?
2.
Apa saja
klasifikasi kebudayaan ?
3.
Apa saja karakteristik
dari kebudayaan ?
4.
Apa dampak dari
kebudayaan asing ?
5.
Bagaimana
penanggulangan dari kebudayaan asing ?
C.
TUJUAN
1.
Untuk mengetahui
definisi dari kebudayaan
2.
Untuk mengetahui
klasifikasi dan karakteristik dari kebudayaan
3.
Untuk mengetahui
dampak dari kebudayaan asing
4.
Untuk mengetahui
penanggulangan dari kebudayaan asing
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI KEBUDAYAAN
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Pengertian Kebudayaan secara umum
adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat
serta setiap kecakapan, dan kebiasaan.
Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.
Menurut Ki Hajar Dewantara,
kebudayaan berari buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap
dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan
bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran
di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
Sedangkan menurut KBBI, kebudayaan
adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi)
manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.
B. KLASIFIKASI
KEBUDAYAAN
Dalam
masyarakat Indonesia yang majemuk terdapat tiga golongan kebudayaan yang
masing-masing mempunyai coraknya sendiri. Ketiga golongan kebudayaan ini satu
dengan lainnya berbeda tetapi saling berkaitan dan merupakan suatu kesatuan
yang namanya kebudayaan Indonesia. Ketiga golongan kebudayaan itu adalah :
1.
Kebudayaan Suku Bangsa atau Kebudayaan
Daerah
Perwujudan kebudayaan suku bangsa
terdapat dalam suasana suku bangsa yakni kegiatan-kegiatan kehidupan dari para
warga masyarakat suku bangsa. Seperti kehidupan keluarga, kehidupan komunitas
di desa khususnya dalam hubungan kekerabatan dan dalam upacara dan sebagainya.
2.
Kebudayaan Umum Lokal
Perwujudannya terdapat dalam suasana
umum lokal yakni kegiatan-kegiatan kehidupan dari para warga sesuatu bagian
dari masyarakat majemuk yang terdiri atas lebih dari satu suku bangsa sehingga
kegiatan-kegiatan kehidupan berlandaskan atas pranata-pranata sosial yang
bersumberkan atas kebudayaan suku bangsa yang berlaku setempat.
3.
Kebudayaan Nasional
Kebudayaan nasional yakni
unsur-unsur kebudayaan yang diterima berlakunya di seluruh Indonesia yang
memberi identitas kepada warga negara Indonesia. Menurut Koentjeraningrat
(Kompas, Maret 1987) kebudayaan nasional memiliki tiga fungsi :
a)
Memperkuat rasa indentitas nasional
warga suatu bagsa atau negara.
b)
Memperkuat rasa solidaritas nasional
semua warga dari suatu bangsa atau negara.
c)
Pancasila sebagai dasar Pembangunan
Kebudayaan Nasional Indonesia.
C. KARAKTERISTIK
KEBUDAYAAN
Dalam memahami kebudayaan kita harus mengacu pada
sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh kebudayaan, antara lain adalah
bahwa kebudayaan itu dimiliki bersama, diperoleh melalui belajar, bersifat
simbolis, bersifat adaptif dan maladapti, bersifat relatif dan universal. Dan
dibawah ini merupakan penjelasan dari beberapa karakteristik kebudayaan:
1.
Culture
is an adaptive mechanism (Adaptif)
Artinya, suatu kebudayaan adalah
mekanisme dalam mempertahankan pola kehidupan manusia. Kebudayaan adalah suatu
mekansime yang dapat menyesuaikan diri. Kebudayaan adalah sebuah keberhasilan
mekanisme bagi spesis manusia. Kebudayaan memberikan kita sebuah keuntungan
selektif yang besar dalam kompetisi bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan
yang lain.
2.
Culture
is learned (Dipelajari)
Artinya, suatu kebudayaan adalah
mekanisme dalam mempertahankan pola kehidupan manusia. Kebudayaan adalah suatu
mekansime yang dapat menyesuaikan diri. kebudayaan adalah sebuah keberhasilan
mekanisme bagi spesis manusia. Kebudayaan memberikan kita sebuah keuntungan selektif
yang besar dalam kompetisi bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan yang lain. Seorang bayi akan berada di suatu tempat (disini
bisa diakatakan sebuah keluarga), dan mereka tumbuh dan belajar tentang
kebudayaan sebagai sesuatu yang mereka miliki.
3.
Culture change (Berubah)
Artinya,
bahwa kebudayaan berkembang sesuai dengan berjalanya waktu dan dinamis setiap
saat, tergantung waktu dan tempat berlangsungnya kebudayaan. Kebudayaan bukan
sesuatu yang terus-menerus tetap dan
bertumpuk. Pada waktu yang sama dimana suatu kebudayaan ada, terdapat
tanda-tanda kebudayaan baru. Tanda-tanda dari kebudayaan itu bisa sebagai
tambahan (addition) atau pengurangan (subtraction). Tanda-tanda ini menyebabkan
perubahan kebudayaan. Hal ini disebabkan kebudayaan berubah dan berkembang
secara dinamis setiap saat: kebudayaan tidak statis. Berbagai aspek kebudayaan
beserta tanda-tandanya akan terjalin rapat menjadi suatu pola yang sangat
kompleks.
4.
People usually are not aware of their culture (Tidak disadari oleh masyarakat)
Artinya,
bahwa kebudayaan berkembang dan dinamis setiap saat, tergantung waktu dan
tempat berlangsungnya kebudayaan. Kebanyakan dari kita sebagai manusia tidak
sadar akan budaya. Hal itu disebabkan oleh manusia yang pada dasarnya sangat
dekat dengan kebudayaan itu dan mengetahuinya dengan sangat baik. Manusia
merasakan bahwa semuanya seolah-olah terjadi begitu saja (mewarisi secara
biologis). Dan biasanya manusia hanya akan sadar bahwa pola kelakuan mereka
bukanlah sesuatu yang individual ketika mereka mulai berinteraksi dengan
manusia dari kebudayaan lain.
5.
We do not know all of our own country (Tidak diketahui secara keseluruhan)
Artinya, bahwa semua masyarakat tidak ada yang
mengetahui secara keseluruhan suatu kebudayaan yang ada dalam lingkup daerahnya,
hanya saja yang diketahui berupa fakta-fakta sosial. Tidak ada satupun orang
yang bisa mengetahui budaya mereka secara keseluruhan. Dalam masyarakat,
terdapat pengetahuan tentang budaya yang terbatas terhadap fakta-fakta kelas
sosial, pekerjaan, agama, dan perkumpulan-perkumpulan lain. Dari hal ini dapat
disimpulkan bahwa sejatinya kebudayaan tidak dapat diketahui secara
keseluruhan.
6.
Culture gives us a range of permissible behavior
patterns (memberikan dan
membatasi pola tingkah laku)
Artinya,
bahwa kebudayaan memberikan jarak dalam interaksi dan membatasi pola tingkah
laku masyarakatnya. Kebudayaan umumnya memberikan jarak dalam cara bagaimana
laki-laki sebagai laki-laki, wanita sebagai wanita. Kebudayaan juga memberikan
gambaran bagaimana perbedaan aktivitas yang seharusnya ada dan tidak ada,
seperti bagaimana seorang suami bertindak sebagai suami, bagaimana seorang
istri bertindak sebagai seorang sebagai istri, dan sebagainya. Aturan ini
biasanya bersifat fleksibel atau tergantung dari masyarakat daerahnya, serta
kadar dan tingkatnya.
7.
Cultures no longer exist in isolation (Tidak bertahan lama disuatu daerah terpencil)
Artinya kebudayaan tidak akan bertahan lama dalam
suatu wilayah atau daerah terpencil. Apabila suatu kebudayaan baru memasuki wilayah
tersebut, maka secara alamiah masyarakat disana akan berkembang dan mulai
beradaotasi dengan kebudayaan-kebudayaan baru. Hal ini akan menyebabkan suatu
budaya sulit bertahan (asli) di suatu tempat karena akan dipengaruhi oleh
budaya-buadaya dari daerah lain disekitarnya.
8.
Culture is shared (Dibagikan)
Artinya,
bahwa suatu kebudayaan merupakan kumpulan prinsip dan keyakinan baik, sehingga
manusia tersebut akan berusaha melestarikan dengan cara menyebarkan ke manusia
lain. Suatu kebudayaan dimiliki secara bersama-sama oleh sekelompok orang.
Berdasarkan wilayah, kondisi iklim, dan warisan sejarah, mereka tumbuh dan
berkembang di dalamnya. Setiap masyarakat memiliki suatu nilai dan keyakinan,
dimana kumpulan-kumpulan prinsip/asas/dasar nilai dan keyakinan ini akan
membentuk kebudayaan mereka.
D. DAMPAK
KEBUDAYAAN ASING
Semakin
berkembang nya jaman, semakin mudah budaya dari luar negeri untuk keluar masuk
ke dalam negeri. Hal ini dapat mudah dilakukan melalui media sosial yang sangat
mudah untuk di akses di berbagai negara. Karena itu banyak sekali dampak kebudayaan
asing baik positif atau negatif. Berikut ini adalah dampak dari kebudayaan
asing :
I.
Dampak Positif Kebudayaan Asing :
a)
Perubahan tata nilai dan sikap.
b)
Pola pikir masyarakat yang berubah, dan
menuju masyarakat yang modern.
c)
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan juga
teknologi, sehingga masyarakat bisa mengetahui informasi yang ada di Indonesia
dan di dunia.
d)
Tingkat kehidupan yang lebih baik.
e)
Sikap yang lebih baik seperti, disiplin,
sigap dan lain sebagainya.
f)
Bermunculan produk-produk luar negeri
yang diproduksi di Indonesia, membuat terciptanya lapangan pekerjaan dan
meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.
g)
Dapat memperkaya keberagaman budaya
Indonesia bila dimanfaatkan dengan baik.
II.
Dampak Negatif Kebudayaan Asing :
a)
Pola hidup konsumtif
b)
Sikap individualistis
c)
Gaya hidup kebarat-baratan
d)
Kesenjangan sosial
e)
Menggunakan busana yang idak sesuai
dengan norma yang berlaku di Indonesia
f)
Materialistis
g)
Budaya hidup bermewah-mewahan
h)
Tersingkirnya produk dalam negeri,
karena masyarakat cenderung memilih ke barang impor yang anggapannya memiliki
merk dan kualitas tinggi.
i)
Melemahnya nilai-nilai budaya
E. PENANGGULANGAN
KEBUDAYAAN ASING
Dengan
banyak nya dampak negatif dari kebudayaan asing yang dilampirkan sebelumnya,
kita dapat menanggulanginya atau mengatasi terjadi nya dampak-dampak tersebut
dengan cara sebagai berikut :
1.
Bersikap Teliti dan Kritis
2.
Memperluas Ilmu Pengetahuan
3.
Menyesuaikan Dengan Norma Indonesia
4.
Menanamkan Kecintaan Negeri
5.
Meningkatkan Keimanan dan Taqwa
6.
Bersikap Moderat
7.
Mempersiapkan Diri Dengan Baik
8.
Menanamkan dan Mengamalkan Nilai
Pancasila
9.
Bersikap Selektif
10. Menjaga
Nasionalisme
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar